• Negatif Palsu Swab Test Corona, Berbahayakah?

    Negatif Palsu Swab Test Corona, Berbahayakah?

    Dunia sedang menghadapi sebuah pandemi besar yang telah merenggut ratusan ribu nyawa. Guna meminimalisir dan memperlambat penyebaran penyakit tersebut, beragam tes dilakukan. Dengan semakin banyak orang mendapatkan swab test corona sebagai bentuk deteksi diagnosa COVID-19, para ahli mengingatkan bahwa hasil tes tersebut belum tentu 100% akurat. Penlitian awal dari Cina menyatakan bahwa kebanyakan prosedur swab test corona yang sering dilakukan menghasilkan ‘false negative’ atau negatif palsu hingga 30% dari total tes keseluruhan. Menurut Gary Leroy, direktur Akademi Dokter Keluarga Amerika (FAAFP), salah satu masalah terbesar dari swab test corona yang ada saat ini adalah tes tersebut belum diuji dengan ketat sebelum disediakan untuk publik. Leroy menambahkan, kebanyakan tes reaksi berantai polymerase (PCR) dan tes antibodi telah diuji selama bertahun-tahun di laboratorium sebelum digunakan. Dan sayangnya, untuk kasus COVID-19, tidak ada waktu untuk pengujian tersebut. Yang paling berbahaya dari kasus negatif palsu adalah seseorang yang mendapatkan hasil negatif palsu, akan berpikir mereka tidak terinfeksi virus dan secara tidak sadar menyebarkan virus tersebut pada orang lain di sekitarnya.

    Bagaimana negatif palsu terjadi?

    Salah satu bentuk pemeriksaan penyakti COVID-19 adalah swab test corona, atau juga dikenal dengan istilah tes molekular. Untuk swab test corona ini, sampel diambil dari bagian belakang hidung dan mulut. Dugaan virus ini bersarang di selaput mukosa yang terletak di bagian belakang hidung. Sehingga, anda harus menggunakan lidi kapas pada bagian belakang hidung, dan bukan di bagian depan. Sampel tersebut akan berupa lendir kecil yang akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan. Dalam pemeriksaannya, virus akan diekstrak dari sampel, lalu menggunakan teknologi molekular, akan ditentukan apakah virus corona ada atau tidak. Negatif palsu mungkin bisa didapatkan apabila virus yang berada di bagian belakang hidung dalam jumlah yang sangat sedikit, atau sampel diambil dengan tidak benar. Menurut Dr. Hilborne, seorang profesor patologi dan obat-obatan laboratorium dari Universitas Los Angeles California, di dunia ini tidak ada tes yang bebas kesalahan, dan tingginya negatif palsu yang terjadi disebabkan karena kesalahan dalam pengambilan sampel alih-alih kesalahan dalam pemeriksaan di laboratorium. Semua tes memiliki sensitivitas dan spesifikasi yang berbeda-beda. Penting untuk menyadari dan mengetahui bahwa dari semua tes tersebut, tidak ada yang sempurna. 30% kemungkinan hasil negatif palsu dari swab test corona berdasarkan dari kemampuan pengambilan sampel, dan bukan karena performa analisa tes tersebut. Dr. Hilborne juga menambahkan, kebanyakan masalah yang berkontribusi terhadap kesalahan pemeriksaan diagnosa bersifat pra-analitik. Hal tersebut terjadi dalam proses pengambilan contoh atau sampel, transportasi sampel menuju laboratorium, dan sebelum sampel sampai di laboratorium. Studi baru-baru ini menyatakan bahwa swab test corona memiliki sensitivitas di angka 60 hingga 75%.

    Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan satu orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan menularkan virus tersebut setidaknya pada 2 orang lain. Oleh karena itu, meskipun hasil swab test corona seseorang dengan gejala penyakit adalah negatif,  orang tersebut harus melakukan isolasi diri sendiri guna mengurangi risiko penyebaran dan penularan penyakit. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut adalah batuk, demam, dan sesak napas. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menyatakan, meskipun seseorang mendapatkan hasil tes negatif, hal tersebut tidak menjamin mereka tidak akan terkena penyakit. Apabila Anda mendapatkan tes negatif, namun memiliki gejala-gejala tersebut di atas, isolasi diri selam 14 hari agar meminimalisir penyebaran penyakit.


    Tags Tags : , ,
  • Commentaires

    Aucun commentaire pour le moment

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Ajouter un commentaire

    Nom / Pseudo :

    E-mail (facultatif) :

    Site Web (facultatif) :

    Commentaire :