Eklablog Tous les blogs
Editer l'article Suivre ce blog Administration + Créer mon blog
MENU

Publicité

Apa Itu Leukositosis? Berikut Penjelasannya

Apa Itu Leukositosis? Berikut Penjelasannya

Dalam tiap darah orang dewasa (mikroliter) terdapat 3.500-10.500 sel darah putih atau bisa disebut juga dengan leukosit. Namun, jika kandungan sel darah putih ini lebih dari batas atas nilai normal, maka kamu mengalami kondisi yang dinamakan dengan leukositosis. Normalnya jika tubuh mengalami infeksi atau penyakit tertentu, sel darah putih akan meningkat sebagai respon untuk melindungi tubuh terhadap bakteri, virus, ataupun alergen. Jumlah sel darah putih normal berbeda setiap usia. Jumlah sel darah putih per mikroliter darah (sel/µL darah) berdasarkan tingkat usia:

Bayi baru lahir : 9.000–38.000

Bayi umur <2 minggu : 5.000–20.000

Bayi 1 bulan–2 tahun : 6.000–17.000

Anak (2–5 tahun) : 5.500–15.500

Anak >5 tahun : 5.000–13.000

Dewasa (diatas 15 tahun) : 3.500–10.500

Gejala yang ditimbulkan saat mengalami kondisi leukositosis dapat berkaitan dengan penyakit yang menyebabkan sel darah putih meningkat, di antaranya:

Demam, berkeringat, pusing, badan lemas, pusing

Nyeri dan membengkak di sekitar infeksi atau peradangan

Urtikaria dan gatal karena alergi

Batuk, sesak nafas, dan mengi karena reaksi alergi pada paru

Pada kasus leukositosis berat, dengan jumlah sel darah putih yang sangat ekstrim tinggi dapat menyebabkan darah sangat kental dan menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar. Kondisi seperti ini disebut sebagai sindrom hiperviskositas yang ditandai dengan stroke, gangguan penglihatan, sesak nafas, perdarahan pada selaput lendir di mulut, lambung, dan usus. Kondisi ini merupakan kasus gawat darurat yang mengancam nyawa. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh leukimia atau penyakit keganasan darah, tetapi jarang terjadi.

Penyebab 

Leukositosis merupakan tanda dari penyakit atau kondisi tertentu. Peningkatan sel darah putih merupakan respon tubuh terhadap penyakit atau kondisi tertentu. Beberapa kondisi atau penyakit yang menyebabkan leukositosis, yaitu

Infeksi. Sel darah putih akan meningkat sebagai respon tubuh terhadap infeksi yang disebabkan virus, bakteri, atau parasit untuk menghilangkan penyebab infeksi.

Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan lithium

Penyakit keganasan darah. Leukimia merupakan penyakit keganasan darah dimana sel-sel induk yang memproduksi sel darah putih dalam jumlah yang berlebihan dan tidak terkendali.

Peradangan, seperti pada penyakit autoimun dan cedera

Alergi. Alergen akan merangsang tubuh untuk memproduksi eosinofil, yang merupakan jenis sel darah putih akan meningkat untuk menghilangkan alergen.

Reaksi stress fisik dan psikis

Iritasi. Zat iritan seperti asap rokok dan zat kimia lainnya 

Kehamilan dan melahirkan. Saat kehamilan, terutama trimester ke 3, jumlah sel darah putih akan meningkat. Pada saat beberapa jam setelah melahirkan, sel darah putih akan meningkat hingga 25.000 pada wanita sehat yang terjadi karena stress melahirkan. Kedua hal ini normal terjadi, kecuali ada penyakit lain yang menyertai. 

Adapun faktor risiko yang merupakan respon tubuh saat mengalami leukositosis ialah alergi, kerusakan jaringan dalam tubuh, stress, adanya bakteri, virus, ataupun parasit yang pada akhirnya akan memicu penyakit menjadi semakin ganas.

 

Adapun untuk pengobatannya, tidak ada pengobatan khusus. Pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Selama jumlah sel darah putih kembali normal, maka leukositosis bisa sembuh. Jika leukositosis yang disebabkan karena penggunaan obat-obatan tertentu, apabila obat dihentikan maka jumlah sel darah putih akan normal kembali. Untuk upaya pencegahan, sampai saat ini tidak ada upaya pencegahan langsung agar seseorang tidak terjadi leukositosis, karena leukositosis merupakan suatu tanda dari penyakit atau kondisi tertentu.

Dalam tiap darah orang dewasa (mikroliter) terdapat 3.500-10.500 sel darah putih atau bisa disebut juga dengan leukosit. Namun, jika kandungan sel darah putih ini lebih dari batas atas nilai normal, maka kamu mengalami kondisi yang dinamakan dengan leukositosis. Normalnya jika tubuh mengalami infeksi atau penyakit tertentu, sel darah putih akan meningkat sebagai respon untuk melindungi tubuh terhadap bakteri, virus, ataupun alergen. Jumlah sel darah putih normal berbeda setiap usia. Jumlah sel darah putih per mikroliter darah (sel/µL darah) berdasarkan tingkat usia:

Bayi baru lahir : 9.000–38.000

Bayi umur <2 minggu : 5.000–20.000

Bayi 1 bulan–2 tahun : 6.000–17.000

Anak (2–5 tahun) : 5.500–15.500

Anak >5 tahun : 5.000–13.000

Dewasa (diatas 15 tahun) : 3.500–10.500

Gejala yang ditimbulkan saat mengalami kondisi leukositosis dapat berkaitan dengan penyakit yang menyebabkan sel darah putih meningkat, di antaranya:

Demam, berkeringat, pusing, badan lemas, pusing

Nyeri dan membengkak di sekitar infeksi atau peradangan

Urtikaria dan gatal karena alergi

Batuk, sesak nafas, dan mengi karena reaksi alergi pada paru

Pada kasus leukositosis berat, dengan jumlah sel darah putih yang sangat ekstrim tinggi dapat menyebabkan darah sangat kental dan menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar. Kondisi seperti ini disebut sebagai sindrom hiperviskositas yang ditandai dengan stroke, gangguan penglihatan, sesak nafas, perdarahan pada selaput lendir di mulut, lambung, dan usus. Kondisi ini merupakan kasus gawat darurat yang mengancam nyawa. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh leukimia atau penyakit keganasan darah, tetapi jarang terjadi.

Penyebab 

Leukositosis merupakan tanda dari penyakit atau kondisi tertentu. Peningkatan sel darah putih merupakan respon tubuh terhadap penyakit atau kondisi tertentu. Beberapa kondisi atau penyakit yang menyebabkan leukositosis, yaitu

Infeksi. Sel darah putih akan meningkat sebagai respon tubuh terhadap infeksi yang disebabkan virus, bakteri, atau parasit untuk menghilangkan penyebab infeksi.

Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan lithium

Penyakit keganasan darah. Leukimia merupakan penyakit keganasan darah dimana sel-sel induk yang memproduksi sel darah putih dalam jumlah yang berlebihan dan tidak terkendali.

Peradangan, seperti pada penyakit autoimun dan cedera

Alergi. Alergen akan merangsang tubuh untuk memproduksi eosinofil, yang merupakan jenis sel darah putih akan meningkat untuk menghilangkan alergen.

Reaksi stress fisik dan psikis

Iritasi. Zat iritan seperti asap rokok dan zat kimia lainnya 

Kehamilan dan melahirkan. Saat kehamilan, terutama trimester ke 3, jumlah sel darah putih akan meningkat. Pada saat beberapa jam setelah melahirkan, sel darah putih akan meningkat hingga 25.000 pada wanita sehat yang terjadi karena stress melahirkan. Kedua hal ini normal terjadi, kecuali ada penyakit lain yang menyertai. 

Adapun faktor risiko yang merupakan respon tubuh saat mengalami leukositosis ialah alergi, kerusakan jaringan dalam tubuh, stress, adanya bakteri, virus, ataupun parasit yang pada akhirnya akan memicu penyakit menjadi semakin ganas.

 

Adapun untuk pengobatannya, tidak ada pengobatan khusus. Pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Selama jumlah sel darah putih kembali normal, maka leukositosis bisa sembuh. Jika leukositosis yang disebabkan karena penggunaan obat-obatan tertentu, apabila obat dihentikan maka jumlah sel darah putih akan normal kembali. Untuk upaya pencegahan, sampai saat ini tidak ada upaya pencegahan langsung agar seseorang tidak terjadi leukositosis, karena leukositosis merupakan suatu tanda dari penyakit atau kondisi tertentu.

Publicité
Retour à l'accueil
Partager cet article
Repost0
Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :
Commenter cet article